Dalam dunia pembuatan gitar, pemilihan kayu (tonewood) sangat menentukan kualitas suara, resonansi, hingga karakter nada. Setiap jenis kayu memiliki sifat unik yang memengaruhi bagaimana gitar berbunyi.
1. Mahogany (Mahoni)
Kayu mahoni adalah salah satu yang paling populer digunakan pada gitar akustik maupun elektrik.
Ciri khas:
- Warna coklat kemerahan
- Serat halus dan padat
Karakter suara:
- Hangat dan lembut
- Mid-range kuat
- Cocok untuk musik blues, jazz, dan akustik
Sering dipakai untuk body dan neck gitar.
2. Rosewood (Sonokeling)
Rosewood dikenal sebagai kayu premium dengan tampilan mewah.
Ciri khas:
- Warna gelap dengan pola unik
- Tekstur keras dan berat
Karakter suara:
- Bass dalam dan kuat
- Treble jernih
- Suara lebih “rich” dan kompleks
Biasanya digunakan untuk fretboard dan bagian belakang/samping gitar akustik.
3. Maple
Maple sering digunakan untuk gitar elektrik dan beberapa akustik.
Ciri khas:
- Warna terang (krem)
- Serat halus dan keras
Karakter suara:
- Bright (cerah)
- Attack tajam
- Sustain bagus
Cocok untuk musik rock, pop, dan funk.
4. Spruce
Spruce adalah pilihan utama untuk bagian top (soundboard) gitar akustik.
Ciri khas:
- Warna terang
- Ringan tapi kuat
Karakter suara:
- Resonansi tinggi
- Suara seimbang (balance)
- Responsif terhadap petikan
Sangat umum pada gitar akustik berkualitas tinggi.
5. Cedar
7
Cedar sering digunakan pada gitar klasik.
Ciri khas:
- Lebih gelap dari spruce
- Lebih lembut
Karakter suara:
- Hangat dan lembut
- Respons cepat
- Cocok untuk fingerstyle
6. Koa
7
Koa adalah kayu eksotis dari Hawaii yang bernilai tinggi.
Ciri khas:
- Pola serat sangat indah
- Warna coklat keemasan
Karakter suara:
- Perpaduan antara mahoni dan maple
- Semakin bagus seiring waktu
Banyak dipakai pada gitar premium.
